
Keterangan Gambar : YGA/Reporter sumbanews.my.id
Kepala Sekolah bersama Guru SD Negeri Lete Kamouna,minta maaf kepada Orang tua murid.
LETE KAMOUNA. sumbanews.my.id -Berdasarkan hasil teropong tim media sumbanews untuk mengungkapkan fakta di SD Negeri Lete Kamouna mengenai diduga adanya kejanggalan sejumlah uang di buku rekening beasiswa PIP tahun anggaran 2025 yang hilang.
Untuk mengklarifikasi persoalan jumlah dana yang ada di buku rekening murid yang diduga ada kejanggalan oleh orang tua murid, ketua Komite Yohanis Ndapa Ga,u bersama orang tua murid menemui kepala sekolah SD Negeri Lete Kamouna Ibu Yohana Gaddi, S. Pd yang akrab di sapa ibu Yohana di Kantor Kerjanya (Jumat, 17 April 2026)
Dalam pertemuan tersebut di hadiri orang tua murid, ketua komite, kepala sekolah dan semua guru-guru SD Negeri Lete Kamouna. Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana tenang, saling terbuka antara Pihak sekolah dengan orang tua murid.
Dalam mengklarifikasi masalah beasiswa, kepala sekolah menjelaskan tentang kejanggalan dana tersebut di rekening murid.
"Uang tersebut benar-benar di tarik kembali oleh kementerian pendidikan dasar dan menengah, Kami Minta Maaf dan kami mengaku salah karena kami tidak teliti saat kami cairkan uang di bank, sehingga membuat orang tua murid melihat ada kejanggalan di buku rekening dengan dana yang di terima oleh murid." ujar Kepala Sekolah.
"Kami cairkan uang beasiswa PIP ini sesuai SK yang nominal uangnya ada Rp. 450.000, itu yang membuat kami tidak sempat lagi periksa buku rekening tersebut yang bank BRI kasih kepada kami,namun kami guru-guru benar-benar tidak ambil uang tersebut." Lanjut Kepala Sekolah dengan tegas.
"Atas kejadian ini Kami akan lebih teliti ke depan, khususnya dalam mengurus beasiswa anak didik kami di SD Negeri Lete Kamouna" Tambah Ibu Yohana
Dalam pertemuan tersebut Ibu Yohana lebih dominan bicara memberi penjelasan dengan penuh semangat mengenai beasiswa kepada orang tua murid.
Orang tua murid menanggapi penjelasan ibu Yohana tentang beasiswa yang diduga ada kejanggalan.
"Penjelasan ibu kepala sekolah, bawah uang hanya Rp. 450.000 sementara di buku rekening anak saya lebih dari 450.000, uang yang masuk. Saya tidak puas dengan penjelasan ini, kenapa negara ambil kembali uang anak saya? sementara negara sudah kirim ke rekening artinya itu uang sudah jadi milik anak saya, antar saya ke bank untuk cari tahu sendiri" Ujar Yohanis Bulu orang tua murid dari Merlin Bulu.
Sampai tayang berita ini, tim media belum ketemu narasumber karena ada di keluarga yang berduka.
"Saya percayakan kepada kepala sekolah dan guru-guru, intinya perlu ada kejujuran dalam mengurus beasiswa ini, hal serti ini jangan terulang lagi." Ujar Arnolus Bolo Dadi orang tua murid.
Kepala sekolah menegaskan kepada orang tua murid yang ada dalam ruangan pertemuan.
"Sebelum kita berpisah,sekali lagi bawah kami benar-benar tidak ambil uang ini, di tarik kembali oleh negara, kembali ke kas negara"ujarnya
Reporter :YGA
Editor : Tim Redaksi














LEAVE A REPLY